Ngiiiiiik, suara pintu terbuka. Kamar itu kelihatan gelap dengan kepulan asap kemenyan yang terbakar. “Waa, bau banget.” kata Ita. “Ssst, jangan keras-keras, nanti si Mbah Marah.” Jawab Adi. Seorang dukun sedang berkomat-kamit membaca mantra - mantra yang hanya dia sendiri yang tahu. “
Ada apa Cu,…. ?” tanya Mbah Dukun dengan suaranya yang menyeramkan. “Anu, anu….” kata Adi tergugup takut dengan Mbah dukun. “Anu…, ruangannya bau banget.” jawab Ita sambil mengeluarkan Bayfresh (pengharum ruangan) dari tasnya lalu disemprotkan ke sekelilingnya. Dalam sekejap, ruangan yang gelap dan penuh kepulan asap seperti seolah dimakan oleh kesegaran harumnya Bayfresh.
Suasana kamar yang gelap berubah menjadi terang dan segar. Si Adi yang duduk di samping Ita kelihatan sangat ketakutan kalau-kalau Mbah Dukun bakal marah. “Waaah, segar sekali.” gumam Mbah Dukun dalam hati sambil menghirup udara dalam-dalam. Lalu Mbah Dukun melihat ke sekeliling kamarnya yang nampak lebih terang. “Ini dia yang aku cari. Makasih Yaak. (dengan logat ngapaknya).” Si Adi dan Ita pun tersenyum lega.
TAGLINE
“HARUMNYA SEMUA SUKA”
Hal yang ingin ditonjolkan dalam Scene:
- Saat Mbah Dukun menghirup wangi Bayfresh dalam-dalam.
Perbandingan dengan iklan lain :
Pemakaian peran Mbah Dukun yang sangat terbiasa dan suka dengan bau kemenyan dapat menggambarkan bahwa harum Bayfresh memang disuka siapa saja.